
Perjalananku menembus waktu dan peradaban musim,
Menyusuri ilalang, - gelap, terjal dan cadas
Pernah,
Sesekali aku terlupa rupa,
Terpenjara dalam ketiadaan,
Pernah,
- dan tidak hanya sekali kenaifan membungkusku.
Perjalananku,
Mungkinkan menyerupai waktu tidurmu ?
atau mungkin kau tengah terlena diatas bantal mimpimu,
Tajamnya dunia yang mencumbui hati dalam pijar
nelangsa yang renta,
satu, dua, hingga kesekian purnama lulur begitu saja...
Dimana rupaku ?
Keindahan yang tersaji pernah terlontar hina,
semua aku nikmati...
Perjalananku
menembus waktu dan peradaban musim,
Menyusuri ilalang, - gelap, terjal dan cadas
Pernah,
Sesekali aku terlupa rupa,
Terpenjara dalam ketiadaan,
; semuanya gelap.
Aku lupa pulang .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar