Berlarian didalam belantara dunia
Banyak duri-duri tajam merobekku,
- luka disekujur tubuh, perih.
Tak terlihat
Sepoi angin meniup
Hingga raga kembali dan segarkan aku,
Luka terlupa,
Menggigil saja disekujur tubuh
Tak kupahami aura dunia
Luka perih, hangus terbakar matahari,
Semua menjadi teman dalam perjalanan.
Masih berlarian didalam belantara dunia
Banyak duri-duri tajam merobek dan mencabik,
- luka disekujur tubuh, perih.
Tak terlihat.
Mentari tinggal seperempat membakar.
; aku terkapar dalam pencarianmu .
( a.r.i.e )
" Warung Aspirasi dan inspirasi seni yang terlahir dengan segala ketulusan dan kekuatan dari dalam hati "
Senin, 28 November 2011
KULDESAK II
Berlarian didalam belantara dunia
Banyak duri-duri tajam merobekku,
- luka disekujur tubuh, perih.
Tak terlihat
Sepoi angin meniup
Hingga raga kembali dan segarkan aku,
Luka terlupa,
Menggigil saja disekujur tubuh
Tak kupahami aura dunia
Luka perih, hangus terbakar matahari,
Semua menjadi teman dalam perjalanan.
Masih berlarian didalam belantara dunia
Banyak duri-duri tajam merobek dan mencabik,
- luka disekujur tubuh, perih.
Tak terlihat.
Mentari tinggal seperempat membakar.
; aku terkapar dalam pencarianmu .
( a.r.i.e )
Banyak duri-duri tajam merobekku,
- luka disekujur tubuh, perih.
Tak terlihat
Sepoi angin meniup
Hingga raga kembali dan segarkan aku,
Luka terlupa,
Menggigil saja disekujur tubuh
Tak kupahami aura dunia
Luka perih, hangus terbakar matahari,
Semua menjadi teman dalam perjalanan.
Masih berlarian didalam belantara dunia
Banyak duri-duri tajam merobek dan mencabik,
- luka disekujur tubuh, perih.
Tak terlihat.
Mentari tinggal seperempat membakar.
; aku terkapar dalam pencarianmu .
( a.r.i.e )
Sabtu, 26 November 2011
B I R U
Aku mengembara ditengah-tengah angin yang berhembus,
Membawaku melintasi waktu dan menghentikanku diatas taman pelataran sebuah hati,
Aku sendiri !
Sepekan waktu bagaikan kijang melesat tinggalkan aku,
Rupa ruang dalam benak seakan berceloteh,
Gaungnya memantul ditiap dinding ruang dan menerobos menusuk raga seorang hawa.
Cinta dan hati adalah sepasang kekasih,
Kehidupan yang mereka jalin adalah perasaan-perasaan itu sendiri,
Kesedihan yang mereka lalui adalah hempasan raga dari pikiran mereka sendiri,
; namun mereka tetap sepasang kekasih.
Ini persembahan hati,
Saat lenguh dan lusuh jiwa saling memahami,
Tatkala aku menjadi kau,
- kau menjadi aku.
Keduanya pun melebur menjadi kasih.
Aku masih mengembara ditengah-tengah angin yang berhembus,
Melintasi waktu dan menghentikanku diatas taman pelataran sebuah hati,
Rupa ruang dalam benak seakan berceloteh,- keadaan merubah segala cara dan menikam segala benci.
Inilah cinta,
Kehidupan terjalin adalah perasaan-perasaan itu sendiri,
Kesedihan dilalui adalah hempasan raga dari pikiran mereka sendiri yang tengah menangis dan berpesta-pora airmata.
Tapi cinta adalah apa yang ada dalam pikiran kita
-yang terucap dari bahasa kalbu dan meresap melalui pori-pori mereka dengan ketulusan.
Ia bagaikan teduhnya pepohonan
Ia bagaikan cairan anggur yang terkadang memabukkan,
; semua hanya mampu kita resapi saja.
( a.r.i.e )
Membawaku melintasi waktu dan menghentikanku diatas taman pelataran sebuah hati,
Aku sendiri !
Sepekan waktu bagaikan kijang melesat tinggalkan aku,
Rupa ruang dalam benak seakan berceloteh,
Gaungnya memantul ditiap dinding ruang dan menerobos menusuk raga seorang hawa.
Cinta dan hati adalah sepasang kekasih,
Kehidupan yang mereka jalin adalah perasaan-perasaan itu sendiri,
Kesedihan yang mereka lalui adalah hempasan raga dari pikiran mereka sendiri,
; namun mereka tetap sepasang kekasih.
Ini persembahan hati,
Saat lenguh dan lusuh jiwa saling memahami,
Tatkala aku menjadi kau,
- kau menjadi aku.
Keduanya pun melebur menjadi kasih.
Aku masih mengembara ditengah-tengah angin yang berhembus,
Melintasi waktu dan menghentikanku diatas taman pelataran sebuah hati,
Rupa ruang dalam benak seakan berceloteh,- keadaan merubah segala cara dan menikam segala benci.
Inilah cinta,
Kehidupan terjalin adalah perasaan-perasaan itu sendiri,
Kesedihan dilalui adalah hempasan raga dari pikiran mereka sendiri yang tengah menangis dan berpesta-pora airmata.
Tapi cinta adalah apa yang ada dalam pikiran kita
-yang terucap dari bahasa kalbu dan meresap melalui pori-pori mereka dengan ketulusan.
Ia bagaikan teduhnya pepohonan
Ia bagaikan cairan anggur yang terkadang memabukkan,
; semua hanya mampu kita resapi saja.
( a.r.i.e )
Langganan:
Komentar (Atom)