Sabtu, 26 November 2011

B I R U

Aku mengembara ditengah-tengah angin yang berhembus,
Membawaku melintasi waktu dan menghentikanku diatas taman pelataran sebuah hati,
Aku sendiri !

Sepekan waktu bagaikan kijang melesat tinggalkan aku,
Rupa ruang dalam benak seakan berceloteh,
Gaungnya memantul ditiap dinding ruang dan menerobos menusuk raga seorang hawa.

Cinta dan hati adalah sepasang kekasih,
Kehidupan yang mereka jalin adalah perasaan-perasaan itu sendiri,
Kesedihan yang mereka lalui adalah hempasan raga dari pikiran mereka sendiri,
; namun mereka tetap sepasang kekasih.

Ini persembahan hati,
Saat lenguh dan lusuh jiwa saling memahami,
Tatkala aku menjadi kau,
- kau menjadi aku.
Keduanya pun melebur menjadi kasih.

Aku masih mengembara ditengah-tengah angin yang berhembus,
Melintasi waktu dan menghentikanku diatas taman pelataran sebuah hati,

Rupa ruang dalam benak seakan berceloteh,- keadaan merubah segala cara dan menikam segala benci.

Inilah cinta,
Kehidupan terjalin adalah perasaan-perasaan itu sendiri,
Kesedihan dilalui adalah hempasan raga dari pikiran mereka sendiri yang tengah menangis dan berpesta-pora airmata.

Tapi cinta adalah apa yang ada dalam pikiran kita
-yang terucap dari bahasa kalbu dan meresap melalui pori-pori mereka dengan ketulusan.

Ia bagaikan teduhnya pepohonan
Ia bagaikan cairan anggur yang terkadang memabukkan,
; semua hanya mampu kita resapi saja.

( a.r.i.e )

Tidak ada komentar: