
Jika aku sedang bermimpi,
-pastinya aku tak memiliki apapun dalam hatiku,
Yang kutatap adalah kongkret yang tersaji,
Berselimut makna dalam rangkul cerita tak berbatas..
Bukan untai puisi yang aku rangkai,
Bukan pula sentimentil hati bermahkota aksara
Semua adalah proses kehidupan yang aku bingkai
melalui perca-perca pecah kaca dunia,
Aku pelajari dan cintai kenyataan
; seperti aku mencintai jiwa seorang kekasih
yang mencintai aku sebagai kekasihnya
Aku sedang tidak bermimpi
bilamana aku menyaksikan hidup penuh dengan warna
dalam ragam yang berbeda,
bilamana aku menyaksikan hidup penuh suka dan kedukaan,
Bathinku menyeru dalam aura kalbu,
Mengantarkanmu dalam peraduan rasa dalam hati yang tersemat.
Inilah realis, - palung jiwa yang berkata
Bukan untai puisi yang aku rangkai untukmu ,
Bukan pula sentimentil hati bermahkota aksara merayumu
Karena Kuasa Illahiah yang mempertemukan jasadmu bagiku,
Lewat waktu, dan laju hari-hari yang berkejar-kejaran
disekitarku,
Untukmu ,
; betapa cinta ini tak bersisa.
a.r.i.e
Tidak ada komentar:
Posting Komentar