
Bu,
Seperti yang pernah engkau ceritakan, - tentang perjalanan panjang
Berliku, terjal, mendaki, berduri
Tak pernah lelah dalam kisah yang terkadang luka,
Bu,
Ketika tanganmu gemulai membelai raut wajah suci yang kini penuh dosa
-penuh dengan perca-perca bantah dalam ribuan makian kini,
Aku…
Tentang masaku ,-dunia penuh dengan coretan warna tak jelas.
Dan serumu mengalir dalam nadiku,
Nada datar suaramu menggema merasuk dalam telingaku,
“Ceritamu, Nak
Perjalanan yang panjang dalam waktu berduri tajam…”
Bu,
Seperti dongeng kisah yang pernah engkau ceritakan, - tentang perjalanan panjang
Berliku, terjal, mendaki, berduri tajam
; tentang pahit yang terkecap manis.
Aku terlelap dalam sentuhan penuh doa yang terlantun
-melalui bibirku yang kini telah mengerut
Aku menangis dalam alunan masa-masamu yang terjal meradang duka,
Bu,
Ketika tanganmu gemulai membelai raut wajah suciku yang kini penuh dosa
-penuh dengan perca-perca bantah dalam ribuan makian kini,
Aku…
Tentang dunia penuh dengan coretan warna tak jelas.
"Bumi Ruwa Jurai, Desember 2004
a.r.i.e
Tidak ada komentar:
Posting Komentar