

Ketika lelah langkah lusuhku
melagukan hymne tentang jiwa,
Lembayung jingga yang lemah melambai
sayup,-pelan memecah,
- menyusup ke dalam sunyi melintasi bianglala,
Lupa,
Aku lupa waktuku melangkah,
Meliuki kenelangsaan yang telah lalu,
Lupa,
; dan aku melupakannya.
Kau-kah ?
Kaukah imaji yang memelukku ?
Mencumbui aku ?
Hingga kini ?
Lupa,
Bukan kesengajaan untuk melupakannya,
Bukan pula aku enggan mengingatnya,
Sampai batas waktu matiku,
- tatkala mata ini mengatup pelan kelopaknya.
Kau-kah ?
kaukah itu ?
- yang meliuki aku, waktuku,
dengan bahasa imaji kalbu untukku...
Aku bingkai semua catatan ini
tanpa kesedihan dan kenelangsaan lagi,
Ku tak mau apapun hina melintasi kembali,
Ketika lelah langkah kakiku,
Lembayung jingga yang lemah melambai
sayup,-pelan memecah,
- menyusup ke dalam sunyi melintasi bianglala,
; Semua tetap begitulah adanya.
a.r.i.e
Tidak ada komentar:
Posting Komentar