

Jika cinta tak memandang apa dan siapa,
-mengapa harus ada luka ?
Bukankah cukup rasa mengerti dan pengetian saja ?
Apakah cinta ?
Begitukah cinta ?
Yang kerapkali memenuhi ruang tanya Adam dan Hawa.
Bergeloranya rasa
yang terpacu segenap hasrat dalam pijar kerinduan
menyerupai api dalam tungku yang awalnya adalah hampa
Jika cinta tak memandang rupa,
- mengapa banyak jiwa yang menutupi dirinya ?
Dengan cadar menyembunyikan segala makna rupa.
Ataukah enggan ?
Mungkinkah hina ?
Atau mungkin tak memiliki arti sama sekali ?
Cinta adalah kesedihan
yang dibungkus dengan keriangan,
yang berjalan dengan kepura-puraan bahasa sukacita
; karena cinta awalnya adalah nelangsa hati dan airmata
Cinta tak mengharapkan balasan
melainkan apa yang pernah ia berikan tulus penuh kasih,
Cinta tak mengharapkan belas kasih,
- melainkan apapun yang ia berikan penuh dengan keikhlasan.
Cinta berada diantara bumi dan langit dengan Illahiah adanya
menyerukan suara hati dalam kekuatan bahasa kalbu,
Merasuk pada raga dan ruh setiap jiwa yang memiliki rasa
dan kasih sayang,
Bergeloranya rasa
yang terpacu segenap hasrat dalam pijar kerinduan
menyerupai api dalam tungku yang awalnya adalah hampa
; begitulah adanya .
a.r.i.e
Tidak ada komentar:
Posting Komentar