Jumat, 04 Juni 2010

BUKAN ROMAN PICISAN



Bunga mawar yang aku berikan
masihkah kau jaga dan sirami ?
Masihkah terasa wangi yang menyelimuti hati ?
- ataukah hilang dimakan waktu dan usia yang berjalan ?

Bunga mawar yang pernah aku berikan,
masihkah kau ciumi aromanya ?
Seperti dulu kau mengecupku disuatu masa gemerlap hati,

Aku tak dapat memaparkannya,
Mulutku terkunci,
Lidahku kelu,
Mataku hanya dapat menikmati
kedua bola matamu yang cantik
- menari dalam pikiranku.

Kita dalam usia hijau,
memerankan fragmen hati seadanya,
Begitu dan begitu saja waktu angkuh mengatakannya

Masihkah ada satu kenang tentangku, wahai dewiku ?
Atau mungkin tlah kau lupakan, - dan
kau kubur saja dihalaman belakang rumahmu ?

Lembar suratku dulu ?
Masihkah kau membacanya seperti saat ini
ditengah sepi yang kau lalui,
; seperti saat ini .

Aku tak dapat memaparkannya,
Mulutku terkunci,
Lidahku kelu,
; tanpa aksara ...
- bisu.

Masihkah ada satu kenang tentangku, wahai dewiku ?
Atau mungkin tlah kau lupakan ?

Bunga mawar yang aku berikan dulu,
masihkah kau jaga dan sirami ?

Masihkah terasa wanginya yang senantiasa menyelimuti hati ?
- ataukah hilang dimakan waktu dan usia yang berjalan ?

Aku tak dapat memaparkannya,
Mulutku terkunci,
- dan semakin aku larut dalam cerita ini.


a.r.i.e

Tidak ada komentar: