
Sahabatku berceritera
tentang satu masa yang dialaminya,
menggeluti hari disetiap putaran waktunya
; tiada lelah,-penuh ketegaran.
Sahabatku berceritera,
tentang sayat sembilu yang mengiris-iris rasa
diketika jiwa berjalan menapaki jalan berliku,
-turun,
mendaki,
; dan luka.
Lirih pun memadati ruang indera,
sayup mengembara ditengah hamparan cadas
tajam dan perih terasa...
Kudengar suaranya
tatkala seiring bayu yang menggeliat manja mencumbui aku,
Aku tenggelam dalam arus masanya,-perjalanannya
; suatu untaian masa dalam perjuangannya.
Airmata mungkin tak berarti diketika itu
Hanya semangat besar yang tak ternilai dengan sepeser apapun,
; sungguh ! Begitu aku sangat mengagumi ritme kisahnya.
Sahabatku berceritera
tentang satu masa yang dialaminya,
Ketika hari dan waktu yang angkuh menyergapnya,
; tiada lelah,-penuh ketegaran.
Lirih memadati ruang inderaku,
sayup mengembara ditengah hamparan cadas tak berbatas
tajam dan perih terasa...
; dan semakin aku mengagumi ritme dari tiap kisahnya.
Hidup pun seolah nyanyian panjang,
Atau mungkin seperti hymne yang berkumandang,-merjan dalam ketidakpastian
- yang tak pernah berhenti menghadang
dalam tiap detik menembus jalan penuh ilalang.
Airmata mungkin tak berarti diketika itu
Hanya semangat besar yang tak ternilai dengan sepeser apapun,
; hidup sungguh penuh warna, wahai sahabatku
Nikmatilah setiap warnanya,
Pilih warna kesukaanmu,
- goreskanlah pada lembar kertas barumu.
Lukislah sesuka hatimu,
;-begitu aku memaparkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar