
Aku ada disana,
Aku pun dapat berada disini,
- dan aku dapat berdiri diantara belantara dunia
; kotak teka teki yang penuh dengan beratus-ratus ribu tanya.
Ketika dingin mendekapku,menggigil,-
Membuatku beku,
menggunacang dan bangunkanku, mengajakku berlari...
;- kencang lupakan henti.
Apa yang aku cari ?
Dan terus berlari jauh membawa peluh menyeluruh..
Disebuah persimpangan,
Angan mengajak jiwaku singgah sesaat,
Banyak jiwa sedih yang mati rasa tersesat,
enggan bangkit diantara himpit,
enggan berdiri,-apalagi berlari...
; lelap melewati waktu tidur yang lama...
Terbuai menikmati untaian nyanyian lara
melupakan bongkahan cita jiwanya
-yang dulu pernah ada
hingga...Byaaar!-
; pecah rengkah berkeping debu-debu haru.
Aku tadi ada disana,
Aku kini berada disini,
- berdiri diantara belantara dunia menatap
penuh mimpi dengan beratus-ratus ribu tanya.
Mengapa harus diresapi semua sedih ?
Bukankah kesia-siaan akan terus mengejar dan membunuh ?
Mari,-ikutlah denganku,-bangkit
genggam tanganku erat dan menyatulah kepada jiwaku,
Teruskanlah ceritamu,
lanjutkan saja impianmu.
Hidup sebuah hymne
mungkin juga sebuah mars,-jika kau mau menyanyikannya.
Pilih saja dengan jiwamu.
; hanya jiwamu saja !
Mari,bangkit bersamaku.
Mengukir kembali impian-impian dengan hati dan jiwa,
Jangan resapi semua masa sedih ,- pun sebuah tangis,
Itu akan membunuhmu dengan pisau sia-sia,
Hidup sebuah hymne
mungkin juga sebuah mars,-jika kau mau menyanyikannya.
Pilih saja dengan jiwamu.
; hanya jiwamu saja !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar