
Bukankah kau yang mengajarkanku ?
Tentang semua yang ditemui dan menemui ?
Kau pula yang membangkitkan semua rasaku.
; begitu lahiriah adanya.
Kau pernah mengajarkan hidup
yang berarti dalam kehidupan,
-yang dapat menyelaraskan hati
dan segala bijak...
Pernah kau terluka,
namun kau mampu menebarkan senyuman,
tak pernah lelah mengecap pahit
yang begitu manis hadirnya
Airmata sudah mengering,
sudah melupakan perih,
apalagi kesedihan
; yang begitu anggun.
Ketika bersama kau
dibatas pergantian lalu sebuah musim,
Dibatas tanya yang menggeluti,
Kita nikmati suara alam yang bernyanyi
-diantara deru keangkuhan yang tak dapat dibatasi oleh sunyi.
Diatas pelataran taman hati,
Kita berceritera dalam aksara sendiri,
Kau dan aku
; adalah peraduan perasaan yang tersirat,
Airmata sudah mengering,
dan kita sudah bersama lupakan perih,
Pernah kau terluka,
-dan bersama kita hadapi dengan untai senyum.
Kau
adalah aku,
yang bersemayam dalam diriku,
yang terpahat indah dalam relung pusara hatiku,
Diatas pelataran taman hati,
Kita berceritera dalam aksara sendiri,
Kau dan aku
adalah peraduan perasaan yang tersirat,
; yang begitu indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar