
Ini tentang ungkapan hati seorang sahabat....
Badai pertama reda sudah
Sesekali anak taufan masih memekik lemah
Namun lalu berlalu
Meninggalkan porak-poranda disini
Ajaib,
Badai ini terasa indah
Dalam luka dan remuk redam
Hanya senyum dan rasa syukur yang kudesahkan
Tuhanku,
Diantara desir angin dan keperihan
Aku merasakan damai
; Apakah aku telah sakit jiwa ?
- atau aku hanya hidup kembali ?
Apapun adanya,
Aku tak lagi takut akan badai
Karna menyaksikannya berlalu
Adalah anugerah teragung dari-Mu
Adalah kasih sayang terindah dari-Mu
Damainya jiwa ini
Besarnya rasa ini
Welasnya gerak ini
Kuasanya tubuh ini
Memahami kehancuran dan penciptaan
Dalam rasa
Dekap-Mu
Aku bersyukur
Dan berserah diri.
-------------------------- Yulia Hendrastuti. Selatan Jakarta, 23 Mei 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar