

Dinding kamarku
adalah usang waktu yang mengurungku,
Disana aku goreskan beberapa impian,
Aku goreskan pula catatan nestapa...
Dinding kamarku
tidak seluas pemikiran orang-orang besar
-ataupun orang pintar yang bermain tiada gentar,
Karena kutahu,
; Orang pintar kini lebih pandai daripada
segala kunci pengetahuan.
Dinding kamarku,
Hanya sekat biasa yang kubentuk
-lewat imajinasi luar biasa,
;Hanya kau dan jiwaku saja
yang mampu menerka segala inginku...
Orang pintar tak punya kamar sepertiku,
Mereka punya uang dari sesuatu yang tersisa,
Sesuatu yang tak berarti dan dibuat arti,
; Lucunya,- uang mereka tak pernah habis.
Hukum yang tadinya tertata rapi,
Kini sudah beragam tradisi yang dibentuk sendiri,
Uang kini mampu berbicara,
; apakah hari kiamat sudah mulai mendekat ?
Disebuah televisi,
Radio,
Bahkan surat kabar,
; hukum sudah dapat dibeli.
Siapa yang memiliki lebih,
-sudah pasti dialah yang mampu menyiasatinya.
Dinding kamarku
adalah usang waktu yang mengurungku,
Disana aku goreskan beberapa impian,
Aku goreskan pula catatan nestapa...
; namun aku mencintai damai
Dinding kamarku
tidak seluas pemikiran orang-orang besar
-ataupun orang pintar yang bermain tiada gentar,
Karena kutahu,
; Orang pintar kini lebih pandai daripada
segala kunci pengetahuan.
Siapa yang memiliki lebih,
-sudah pasti dialah yang mampu menyiasatinya.
Luar biasa...
; kini , Indonesia tengah mencari bakat !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar