
Jika ini bukanlah suatu hal yang terjadi
- akankah terlupa semua impian ?
atau baiknya berhayal hingga waktu saja
datang merenggut hati dan jiwa-jiwa hidup
bagai pepohonan kering dan tumbang ,
Mungkin pula bukan sebuah harap,
Karena raga sudah tak berarti apa-apa
Bagai sisa yang terlupakan...
Mentari yang tersapu mega
dalam bayang tak kasat mata,
Dedaunan yang jatuh ke tanah
- menjadi kering dalam kecap sang waktu,
Aku melihat sekitarku
berkata dalam bahasa diam,
Tanpa aksara terwujud,
Hanya terpaku dan mengagumi diam
Aku lihat pula kawanan walet
yang bermain menggelayuti mega senja,
Mencumbui laut dan menerkam mangsanya
; dia mampu bertahan, dia mampu mewujudkan hidup
dalam kehidupannya...
Jika ini bukanlah suatu hal yang terjadi
- akankah terlupa semua impian ?
atau baiknya berhayal hingga waktu saja
datang merenggut hati dan jiwa-jiwa hidup
bagai pepohonan kering dan tumbang ,
Begitu aku mendekap seribu inginku
Yang pernah dicuri kawanan waktu berlalu,
Tentang cinta,
Harapan,
-dan kepastian jiwa yang mencintai,
Kaukah digaris senja ?
Diatas tapal batas berpayung mega mengelam ?
Yang memanggil sayup ragaku menembus dimensimu?
Bercadar hangat dalam simpul senyum kedamaian...
Bilakah kau pahami sesuatu yang tersembunyi
dibalik celah hati menyanjungmu,
Dan cinta akan terjelang mengitari kita...
Ini bukan mimpi dan tragedi hati,
Ketika seruanku mengetuk dinding peraduan senja hatimu,
Menyalakan perapian dalam tungku penuh kedamaian,
Bukan pula mimpi yang aku berikan,
Dan aku meyakinkan hati,- seperti aku tetap terus
menjagakan hatimu dari hati yang akan menodaimu,
; Dan itu aku untukmu !
a.r.i.e
18 July 2010 at 01.30am









































